Kalkulator tersimpan
Konstruksi

Kalkulator AC

Laporkan bug

Bagikan kalkulator

Tambahkan kalkulator gratis kami ke situs web Anda

Harap masukkan URL yang valid. Hanya URL HTTPS yang didukung.

Gunakan sebagai nilai default untuk kalkulator yang dibenamkan apa yang saat ini ada dalam bidang input kalkulator di halaman.
Warna fokus pinggiran input, warna kotak switch yang dicentang, warna hover item yang dipilih dll.

Harap setujui Syarat Penggunaan.
Prévisualisation

Simpan kalkulator

Apa itu kalkulator AC?

Kalkulator AC adalah alat yang dirancang untuk membantu Anda menentukan kapasitas pendinginan yang diperlukan untuk ruang Anda secara akurat dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti ukuran ruang, tinggi langit-langit, jumlah penghuni, tingkat isolasi, zona iklim, kelembapan, dan pencahayaan. Ini penting untuk memastikan suhu dalam ruangan yang nyaman dan mencegah AC kelebihan beban atau kurang bertenaga.

Perhitungan kapasitas AC

Rumus untuk menghitung kapasitas AC adalah:

Q=(Q1+Q2+Q3+Q4)×Q5×Q6Q = (Q1 + Q2 + Q3 + Q4) \times Q5 \times Q6

Detail dari setiap komponen:

  • Q1=S×h×q1Q1 = S \times h \times q1, di mana q1=q1 = 30–35 W/m² tergantung pada zona iklim.

  • Q2=n×q2Q2 = n \times q2, di mana q2=q2 = 100 W per orang.

  • Q3=(ncomp×qcomp)+(nTV×qTV)+Pperangkat lainnyaQ3 = (n_{\text{comp}} \times q_{\text{comp}}) + (n_{\text{TV}} \times q_{\text{TV}}) + P_{\text{perangkat lainnya}}, di mana qcomp=q_{\text{comp}} = 300–400 W; qTV=q_{\text{TV}} = 200–300 W.

  • Q4=koefisien pencahayaan×PkacaQ4 = \text{koefisien pencahayaan} \times P_{\text{kaca}}

  • Q5=fisolasi×fiklimQ5 = f_{\text{isolasi}} \times f_{\text{iklim}}

  • Q6=fkelembapanQ6 = f_{\text{kelembapan}}

Mengingat kalkulator kami memanfaatkan parameter yang berbeda, perhatian harus diberikan pada masing-masing.

Jenis zona iklim

Zona iklim sangat mempengaruhi kebutuhan pendinginan. Berikut adalah jenis zona dan koefisiennya masing-masing:

  1. Zona dingin (koefisien 0,8):

    • Zona ini dicirikan oleh suhu rendah hampir sepanjang tahun.
    • Kebutuhan pendinginan minimal karena kondisi eksternal sudah memberikan kesejukan.
    • Cocok untuk wilayah utara atau daerah dataran tinggi.
  2. Zona sedang (koefisien 1,0):

    • Memiliki iklim moderat dengan musim yang berbeda namun tidak ada suhu ekstrem.
    • Kebutuhan pendinginan moderat karena musim panas tidak terlalu panas.
    • Cocok untuk lintang tengah, termasuk sebagian besar Eropa.
  3. Zona hangat (koefisien 1,2):

    • Zona dengan musim panas panjang dan panas di mana suhu rata-rata musim panas tinggi.
    • Kebutuhan pendinginan di atas rata-rata karena aktivitas matahari yang intens.
    • Contoh: Wilayah Mediterania, bagian selatan AS.
  4. Zona panas (koefisien 1,5):

    • Dicirikan oleh suhu ekstrem dan hampir sepanjang tahun panas.
    • Kebutuhan pendinginan tinggi untuk menjaga suhu dalam ruangan yang nyaman.
    • Contoh: Gurun, daerah tropis dengan suhu dan kelembapan tinggi.

Parameter tingkat isolasi

Isolasi mempengaruhi kebutuhan daya AC:

  1. Isolasi bagus (koefisien 0,8):

    • Ruangan dilengkapi dengan bahan isolasi berkualitas yang meminimalkan kehilangan kesejukan, seperti dinding, atap, dan jendela terisolasi.
    • Kualitas konstruksi tinggi tanpa retak atau bocor.
    • Karena isolasi yang baik, suhu internal tetap terjaga dengan konsumsi energi minimal, mengurangi kebutuhan daya AC yang tinggi.
    • Memberikan penghematan energi.
  2. Isolasi rata-rata (koefisien 1,0):

    • Ruangan memiliki tingkat isolasi standar yang umum untuk sebagian besar bangunan perumahan dan komersial.
    • Tingkat isolasi umum di dinding dan atap, mungkin dengan jendela kaca ganda.
    • Kebutuhan pendinginan standar karena isolasi tidak terlalu mempengaruhi kehilangan/gain panas.
  3. Isolasi buruk (koefisien 1,2):

    • Isolasi tidak memadai dengan bahan bangunan berkualitas rendah atau jendela dan pintu tua yang tidak mencegah kebocoran panas atau masuknya udara hangat.
    • Kehilangan panas yang signifikan bahkan dengan perubahan suhu yang kecil.
    • Membutuhkan sistem AC yang lebih kuat karena suhu internal berubah cepat dengan kondisi eksternal, meningkatkan konsumsi energi untuk menjaga suhu yang nyaman.

Parameter tingkat kelembapan

Derajat kelembapan memiliki koefisien sebagai berikut:

  1. Kelembapan rendah (koefisien 0,9):

    • Kelembapan relatif di bawah 30%.
    • Dalam kondisi seperti itu, udara lebih kering, dan pendinginan memerlukan lebih sedikit energi karena keringat menguap lebih cepat, menciptakan sensasi kesejukan.
    • Kebutuhan daya AC yang berkurang.
  2. Kelembapan sedang (koefisien 1,0):

    • Kelembapan relatif antara 30-60%.
    • Nilai tipikal untuk banyak wilayah, umumnya tidak memerlukan penyesuaian daya AC.
    • Kondisi ini dianggap paling nyaman bagi manusia.
  3. Kelembapan tinggi (koefisien 1,2):

    • Kelembapan relatif di atas 60%.
    • Kelembapan tinggi dapat menciptakan rasa sesak karena keringat menguap lebih lambat, mengurangi kemampuan tubuh untuk mendinginkan secara alami.
    • Lebih banyak energi diperlukan untuk mencapai dan mempertahankan suhu yang nyaman, sehingga meningkatkan daya AC.

Parameter pencahayaan

Tingkat pencahayaan dimasukkan sebagai persentase dari total area kaca:

  1. Pencahayaan rendah (koefisien 1,1):

    • Nilai dalam 10-30% dari total area jendela.
    • Ruangan dengan jendela terbatas atau area yang teduh (pohon, gedung tetangga).
    • Pendinginan memerlukan lebih sedikit energi karena panas matahari langsung minimal.
  2. Pencahayaan sedang (koefisien 1,2):

    • Nilai dalam 30-60% dari total area jendela.
    • Pencahayaan standar untuk sebagian besar ruangan dengan kebutuhan pendinginan moderat.
    • Tingkat pencahayaan ini adalah yang umum untuk ruang rumah dan kantor.
  3. Pencahayaan tinggi (koefisien 1,3):

    • Nilai lebih dari 60% dari total area jendela.
    • Ruangan dengan jendela besar atau kaca panorama yang terpapar sinar matahari intens.
    • Membutuhkan lebih banyak energi untuk pendinginan untuk mengimbangi tambahan panas matahari.

Unit pengukuran daya

Daya AC sering diukur dalam watt (W) atau kilowatt (kW), di mana 1 kW = 1.000 W. Ini memungkinkan penilaian cepat dan perbandingan daya yang diperlukan untuk kondisi pemanasan atau pendinginan tertentu.

BTU/h juga digunakan sebagai satuan pengukuran. Untuk mengonversi BTU/h ke watt:

1 BTU/h0,293 W1 \text{ BTU/h} \approx 0,293 \text{ W}

Karena itu, penting untuk mengingat hubungan ini saat mengkonversi antara kW dan BTU/h untuk pilihan peralatan yang tepat.

Contoh perhitungan

Kami mempertimbangkan contoh: sebuah ruang dengan luas 20 m², tinggi langit-langit 2,5 m, yang menampung 2 orang, di iklim hangat, dengan isolasi rata-rata, kelembapan sedang, dan pencahayaan sedang.

Langkah-langkah perhitungan:

  1. Luas ruang:

    Q1=20×2.5×35=1.750W(1,75kW)Q1 = 20 \times 2.5 \times 35 = 1.750 \, \text{W} \quad (1,75 \, \text{kW})
  2. Panas dari orang:

    Q2=2×100=200W(0,2kW)Q2 = 2 \times 100 = 200 \, \text{W} \quad (0,2 \, \text{kW})
  3. Panas dari perangkat (misalnya 1 komputer dan 1 TV):

    Q3=(1×350)+(1×250)=600W(0,6kW)Q3 = (1 \times 350) + (1 \times 250) = 600 \, \text{W} \quad (0,6 \, \text{kW})
  4. Koreksi beban solar:

    Q4=1,2×200=240W(Daya Kaca 200 W)Q4 = 1,2 \times 200 = 240 \, \text{W} \quad (\text{Daya Kaca 200 W})
    • Dalam kasus ini, koefisien 1,2 mewakili tingkat pencahayaan (pencahayaan sedang). Ini mencerminkan sejauh mana jendela dapat meningkatkan suhu ruangan.
    • Beban panas dasar dari kaca adalah 200 W, yang mungkin bergantung pada luas dan material jendela. Produk dari koefisien memberikan beban akhir sebesar 240 W, menggambarkan bagaimana sinar matahari mempengaruhi suhu ruangan berdasarkan jumlah dan kualitas kaca.
  5. Pertimbangan isolasi dan iklim:

    Q5=1,0×1,2=1,2(koefisien)Q5 = 1,0 \times 1,2 = 1,2 \, \text{(koefisien)}
  6. Efek kelembapan:

    Q6=1,0(koefisien)Q6 = 1,0 \quad (\text{koefisien})

Perhitungan terakhir:

Q=(1.750+200+600+240)×1,2×1=3.576W(3,576kW)Q = (1.750 + 200 + 600 + 240) \times 1,2 \times 1 = 3.576 \, \text{W} \quad (3,576 \, \text{kW})

Oleh karena itu, AC yang sesuai untuk ruangan ini memiliki kapasitas sekitar 3,576 kW atau 12 200 BTU/h.

Tabel daya AC untuk berbagai ruangan

Untuk kenyamanan Anda, kami menyediakan tabel yang menunjukkan daya AC untuk berbagai ruangan berdasarkan luasnya. Angka-angka ini bersifat perkiraan dan dapat bervariasi sesuai dengan kondisi spesifik ruangan.

Luas Ruangan (m²)Daya (BTU/h)Daya (W)Daya (kW)
105 0001 4651,465
2010 0002 9302,93
3015 0004 3954,395
4020 0005 8605,86

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung daya AC untuk ruang tertentu?

Gunakan rumus dengan memasukkan data tentang ukuran ruang, tinggi langit-langit, jumlah orang, perangkat elektronik, dan parameter lainnya. Memasukkan data ini ke dalam kalkulator memungkinkan Anda dengan cepat menentukan daya AC yang sesuai untuk ruangan Anda.

Bagaimana zona iklim mempengaruhi pemilihan daya AC?

Zona iklim menetapkan persyaratan dasar untuk daya AC. Misalnya, zona yang lebih panas membutuhkan lebih banyak daya untuk mempertahankan suhu yang nyaman.

Mengapa parameter isolasi penting?

Isolasi menentukan seberapa banyak panas masuk atau keluar ruangan, mempengaruhi daya AC yang diperlukan.

Bagaimana pencahayaan mempengaruhi pemilihan daya AC?

Pencahayaan tinggi meningkatkan panas ruangan, membutuhkan daya tambahan untuk mengimbanginya.

Bagaimana kelembapan dapat mempengaruhi efisiensi AC?

Kelembapan tinggi memberikan beban tambahan pada AC, mengurangi efisiensinya, dan meningkatkan kebutuhan akan penyesuaian daya.